KAU bersama AKU

KAU dan AKU sudah menjadi takdir sejak sebelum kita menghirup aroma dunia.

KAU. Sudah berjanji pada-Nya akan menemuiku disuatu tempat.
AKU. Meng-IYA-kan tanda setuju.

***

KAU. Pasti berjalan dari arah seberang, menemui.
AKU. Dari sini juga berjalan dari arah seberangmu, menghampiri.

KAU. Mungkin menghadapi banyak rintangan, lelah, jenuh, putus asa.
AKU. Berharap kau tak akan berhenti melangkah, terus berjalan.

KAU. Pasti akan bertemu dengan banyak wanita diperjalananmu.
AKU. Pun demikian, akan bertemu dengan banyak lelaki disepanjang jalan menghampirimu.

KAU. Mungkin akan singgah sejenak bersama wanita yang kau temui.
AKU. Akan terus berjalan dan berharap kau tak akan mengira bahwa yang kau singgahi itu adalah aku.

KAU. Pun berharap aku takkan menangis karen lelaki salah yang kutemui.
AKU. Memohon saat bertemu denganmu nanti jangan kau buat ku menangis. Jika itu terjadi, pada siapa lagi aku akan berharap?

KAU. Terus berjalan dan mengingkari janjimu pada-Nya. Tempat itu telah dilalui oleh mu.
AKU. Masih berjalan sembari mencari, Kau dan tempat itu.

KAU. Ternyata tak mengingkari janjimu, menjemputku dan tak ingin aku berjalan sendirian lebih lama ke tempat itu.
AKU. Sambil tersenyum menatapmu lalu menggenggam erat tanganmu. Bersamamu kesana, tempat yang kau janjikan.

 

KAU + AKU = KUA     <~~ ( via: @erdiANaJI )

 

tertulis dimalam buta, 9 maret 2011
~icha chidot~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s