Kita Sempurna

Tanpa awal dan akan segera ku akhiri, hari ini.
Silet ini akan ku akrabkan dengan pergelangan tanganku, tak perlu waktu lama. Sembari mengingat semuanya, semua yang kau-aku lalui. Cairan merah kental itu hasilnya.

Aku memang memiliki dan dimilikimu tapi kita tidak dapat bersama. Kita saling sayang, saling mengerti, cinta? tak perlu ditanya lagi ! Lalu kenapa? karena Tuhan, Tuhan terlalu menyayangi kita. Dia bahkan memberiku rusuk yang sempurna, tak perlu lelah ku cari tulang rusuk yang hilang untuk melengkapi. Hanya menunggu matahari dan bulan berganti. Tuhan TERLALU berpihak pada kita.

Kamu selalu mengirim pesan mesra diponselku walau tak segera ku balas. Aku memang selalu membalas pesanmu pasca senja menyapa, kala mentari berada diperistirahatannya. Itu sudah menjadi kebiasaan dan kewajaran. Kita unik.

Jika pagi aku adalah kamu, jika malam kamu adalah aku. Paket komplit sepertinya. 2 in 1

Kita bahkan tidak pernah mau mempedulikan apa kata mereka yang diciptakan terlalu biasa. Hina, caci, hujat. Itu hanya ulah mereka yang tak bisa menerima kesempurnaan kita. Mereka IRI.

Kini aku-kamu menghuni pemakaman berhias nisan bertulis nama kita “Susan(to) bin(ti) Mahmud”. Kita damai dalam kesempurnaan yang abadi.

 

tertulis dengan rasa bingung,
~icha chidot~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s