Sebuah Pembelajaran

Mengutip status fesbuk ku:
“niat yg baik tanpa diiringi dgn penyampaian yg baik akan memicu perpecahan.” ~semacamcurhat
Minggu pukul 22:59 melalui Web Seluler

Yah, tidak selamanya niat yang baik akan disambut dengan baik pula apalagi jika penyampaiannya pun kurang baik.

Seperti hari itu, Sabtu 23/4/2011, dengan tanpa niat apa-apa saya menulis sebuah postingan disalah satu grup dimana saya memang menjadi salah satu anggotanya. Sekedar pertanyaan yang saya tulis, hanya bertanya visi dan misi grup/komunitas tersebut. Awalnya memang dapat respon yang baik dari member lain, tapi setelah saya berkomentar menggunakan kata “tidak asik” entah kenapa suasana jadi memanas. Tetiba saya jd bingung, kenapa semua komentar menjadi semacam sindiran? Kenapa juga komentar2 itu jadi kata2 yang sensitif ? Semacam ada ketersinggungan.

Saya baca kembali tulisan2 disana dan ternyata secara tidak sengaja saya menyinggung mereka dengan menulis komentar, “tidak asik juga klo Gath hanya duduk dan copy file saja.” Mungkin mereka merasa saya mengatakan mereka “tidak asik”. Ouuh, bukanlah maksud saya begitu kawans. Mungkin kalimat yang saya tulis memang salah, Gomennasai. Tidak pernah ada maksud untuk menghakimi atau apalah namanya. Yang ingin saya sampaikan sebenarnya hanya untuk mengasah kreativitas saya dan temans untuk membuat sebuah pertemuan yang berkesan dan tidak monoton (maafkan kata ini). Gathering yang selama ini saya ikuti BUKAN tidak menarik hanya saja menurut saya harus ada sesuatu yang berbeda setiap pertemuannya hingga kita para member akan merasa rugi jika tidak sempat bergabung di setiap Gathering. Memang kita tidak punya banyak waktu untuk sering bertemu tapi kita bisa menutupinya dengan membuat pertemuan yang berkualitas, bukan? Mungkin juga karena tidak terlalu sering bertemu itu yang membuat kita (members) belum saling memahami satu sama lain.

Dengan postingan ini saya mengucapkan maaf untuk siapapun yang tersinggung dengan ucapan, komentar, status, twit, dan perilaku saya.
Terima kasih juga dengan kejadian ini, saya jadi bisa belajar tentang pentingnya bertutur indah. Terima kasih juga untuk pintu maaf-nya para members.
SENANG BISA MENGENAL KALIAN. ๐Ÿ™‚

Peluks dari member yang Labil,
~icha chidot~

Iklan

Surat untuk lelakiku

Dear,
Lelaki yang menikahi ku tiga tahun lalu

Entah apa yang membuatku menulis surat ini.

Pertama aku mau bilang Terima kasih karena telah mencintaiku, terimakasih untuk hari-hari yang indah bersamamu, terima kasih untuk hadiah dan kejutan kecil yang kau persembahkan beberapa kali untukku, dan terima kasih karena telah menyembuhkanku dari ‘sakit’ yang menjadi candu.

Aku tahu kau sangat mencintaiku, pun aku. Awalnya memang pernikahan kita terjadi karena sebuah keterpaksaan. Demi kemajuan bisnis kedua orang tua kita. Kamu pun tahu bahwa aku ‘sakit’ tapi kamu tak peduli demi kebahagiaan dan pengabdian terhadap orang tua mu. Ibumu pasti bangga padamu.

Tahun demi tahun pernikahan kamu meyakinkan aku hingga aku merasa sembuh danย  jatuh cinta kepadamu. Kamu selalu berusaha menciptakan suasana menyenangkan dimanapun agar aku merasa nyaman. Dan usahamu berhasil! Sekarang aku telah sangat amat nyaman denganmu, hidup denganmu. Aku bahagia. Dan pastilah wanita-wanita diluar sana iri padaku yang telah memilikimu, lelakiku.

Dan sekarang aku tahu alasan menulis surat ini. Galau. Itu alasanku.
Tahukah kamu, sayang?
Seseorang dari masa lalu ku datang merayu saat aku merasa sepi. Pesan singkat dikirimnya keponsel ku, sangat singkat “Aku merindukanmu”, itu tulisannya. Maafkan aku karena telah membalas pesan itu, sayang. Kutuliskan “Aku juga merindu” lalu kukirim. Setelah itu kami bertemu dan berlanjutlah cerita seperti dahulu. Wanita itu mengisi rasa sepiku. Maaf kan aku, sayang.

Aku tak pernah dan tak akan pernah menuduhmu atas kambuhnya ‘penyakit’ ku. Kamu memang terlalu sibuk mencumbui berkas-berkas dimeja kerjamu tapi itu semua kamu lakukan untuk ku kan, sayang. Pastilah semua sibukmu, semua tenaga yang telah becucuran, dan semua yang melelahkanmu, kamu lakukan hanya untukku,wanitamu. Tak berlebihanlah jika aku bilang kamu adalah Lelaki Hebat. Dan aku begitu mencintaimu.

Aku mungkin bukan wanita yang baik tapi aku wanita yang beruntung. Dicintaimu adalah anugrah.

Lelakiku. Bolehkah aku mencicipi kembali kebiasaan lamaku? Jika tidak, Mohon kau yakinkan aku lagi. Katakan sesuatu yang bisa membuatku menjauhi wanita perayu itu. Lakukan sesuatu agar aku tak kembali mencintai wanita itu.

Lelakiku, aku mencintaimu.
Dan aku nyaman bersama wanitaku.

Kecup hangat dariku,
Wanita yang mencintaimu

Tertulis, 13 April 2011
~icha chidot~

Kejutan

“Sip.” kataku.

Balon, lilin, kue, topeng-topengan. Semua telah siap. Kami akan mengagetkan mereka. Kami telah berencana memberi kejutan untuk sahabat kami dihari jadi pernikahannya. Ini tahun kedua pernikahannya, aku senang karena hingga kini tak sedikitpun ku dengar keluhan dari keduanya. Sepertinya mereka sangat bahagia walau belum dikaruniakan buah hati, mereka menikmati setiap moment berdua.

On Our Way, aku dan dua temanku berbincang tentang strategi nanti.
“Nanti kita pasang balonnya di kamar mereka saja, lampu kamar dimatikan, aku dan Toni stay dikamar mereka. Ami, biar kau yang berjaga diluar. Kalau mereka sudah datang segera kau ke kamar dan beri tahu kami.” Kataku dengan wajah sedikit serius yang diikuti dengan anggukan Toni dan Ami.
“Pokoknya kali ini harus sukses!” Ami tersenyum.

Sepanjang jalan menuju TKP dari balik kaca jendela mobil kulihat beberapa tempat kenangan ku bersama Sarah, wanita yang ku puja sejak masih kuliah dulu. Wanita yang selalu memberiku senyuman manis. Wanita yang selalu membuatku terpukau dengan cerita-ceritanya. Wanita yang selalu meredam kegalauanku dan membakarku dengan semangat yang tak pernah pudar darinya. Hingga akupun jatuh hati padanya, tapi aku seorang pengecut yang tak berani mengatakan rasaku.

Kulihat ruko itu, dipinggir jalan perintis kemerdekaan. Tempat kita berteduh sewaktu derai hujan datang tiba-tiba mengguyur aku dan Sarah yang dalam perjalanan mengantar Sarah pulang berkendara sepeda motor bututku. Saat itu kudengar dengan sangat jelas cerita Sarah tentang pria yang telah mencuri hatinya. Dia begitu memuja pria itu. Hingga akhirnya mereka menikah setelah menyelesaikan study. Pria itu tidak lain adalah sahabatku, Saldi.
Aku tak marah, hanya sempat kuberi peringatan sekaligus ancaman pada Saldi agar dia menjaga Sarah dengan baik, membahagiakan Sarah tanpa henti karena akau tak ingin melihat orang yang telah membuatku jatuh hati itu terluka.

Dan kini tiba di depan rumah mereka, Sarah dan Saldi.

“Jam berapa ini?” tanyaku.

“Jam 9 kurang 15 menit, Din. Biasanya mereka pulangย  jam 10-anย  jadi kita masih punya waktu untuk dekorasi.” jelas Toni.

“Oke, sesuai rencana ya.” lanjut Ami.

Kami langsung masuk ke rumah Saldi karena sebelumnya kami telah menjelaskan rencana kami pada pembantu rumah tangga di rumah itu dan dia bersedia membantu menyukseskan rencana kami. Pembantu itu memang sudah mengenal kami karena kami sering berkunjung untuk sekedar melepas penat atau menumpahkan rindu pada Saldi dan Sarah. Segera aku dan Toni mendekorasi, memasang beberapa balon disudut ruangan. Tak berapa lama Ami datang memberi tahu bahwa sang empunya rumah telah pulang. Kami bersiap, mematikan lampu, menyalakan lilin yang telah tertancap diatas kue, memasang topeng, daaannn……

“KEJUTAAANN…”
“Happy Anniversary..”

Teriak kami.

Kulihat Sarah tersenyum tapi ada yang aneh. Tak seperti biasanya. Senyumnya simpul, wajah dan bibirnya pucat. Ketika kutanya keberadaan Saldi, Sarah malah agak murung dan perlahan meninggalkan kami. Tanpa kata. Kulihat matanya seakan berkata “Terima kasih Didin, Ami, Toni. Terima kasih kejutan dan kunjungannya di tempat baruku.”

Seketika aku tersadar. Kami berada di Pemakaman Islam Sudiang. Sudah sebulan tanah yang agak basah ini menjadi pemukiman mereka pasca mobil dengan supir biadab itu menabrak rumah mereka dan memaksa Saldi, Sarah, dan seorang pembantu rumah tangganya berpindah ke Taman pemakaman ini.

 

Sungguminasa, 2 April 2011
~ icha chidot~

Wajib Kenal..!! ^_^

Dipostingan yang kemarin2 saya sudah memperkenalkan diri, nah sekarang saya mau memperkenal saudaras saya. Orang yang selalu saya ajak bertengkar, orang selalu jadi korban kejahilan ku, dan orang yang selalu (sadar atau tidak) ku cintai.. ๐Ÿ™‚ Saya memang (alhamdulillah) terlahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Yess, I have one older brother and one younger sister. Selisih usia kami tidak jauh hanya beda 2 dan 1 tahun saja, ini yang membuat kami sering bertengkar (apa hubunganya yah??). Baiklah segera ku perkenalkan mereka, cekidot !!!

mas opikSebenarnya saya tidak banyak tau tentang kakak saya ini. Sejak kecil dia termasuk anak yang pendiam dan jarang bergaul tapi sekarang (sepertinya) dia punya banyak teman dari sabang sampai merauke. He is my beloved brother, hanya selisih 2 tahun dengan usiaku. Muhammad Taufik Rahmananda termasuk orang yang ku banggakan, motifatorku, penyemangatku. He’s clever handsome boy (sudah ku pujiko diblogku, kasi’ memang ka’ honor ๐Ÿ˜€ ). He loves everything about Japan, anime, J-pop, Gundam, comics, kuliners Jepang, dan semuanya. Seorang alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara yang sekarang mengabdi sebagai pegawai (negeri) di Sekretariat Pengadilan Pajak. Prestasinya terkadang membuat saya iri ๐Ÿ˜ฆ tapi selalu membuat saya bangga :thumb: Untuk mengenalnya lebih dekat bisa difollow akun twitternya di @sekarangtora .

 

ichaNah kalau yang ini adalah si pemilik blog aneh dan tanpa konsep ini. I post random things. Hajimemashite, watashi ICHA desu yoroshiku (sok beneerr dah padahal bingung juga tuh kalau saya disuruh artikan ๐Ÿ˜€ ). Mahasiswi yang pemalas, hobi tidur dan menulis sesuatu yang tidak jelas, paling malas kalau disuruh merampungkan tugas berbentuk makalah. I really like voice of YUI Yoshioka (siapa dia?? sila tanya pada Om Google ๐Ÿ™‚ ).Hhmmm,, tentang saya?? Sepertinya sudah sangat jelas terpaparkan dalam tulisan berjudul About My Self so, haruskah saya menjelaskan sesuatu yang akan membuat kalian jenuh lagi ?? I think not.. ๐Ÿ™‚
Siapa saya, bagaimana saya, apa saja aktivitas saya, lagi ngapain saya (pentingkah ini semua?) dan untuk tau lebih lebih lebih lebih lebih lebih banyaaakk lagi tentang saya sila follow @kodoKatak . hehehee ? ^^v

 

Fauziah Rezky Nurayu namanya. She’s my younger sister. Usiaku dan dia hanya beda setahun. Gifo abiss dah nih makhluk, dimana saja, kapan saja, dan dengan apa saja selalu disempatkannya untuk berpose (heran deh, ada yah mahluk kayak gitu.. -_-‘ ).
She’s a University student of LP3i. Saya tidak begitu akur dengan saudara yang satu ini, menurut saya dia tipe mahluk menyebalkan. Kita sering bertengkar gara-gara hal sepeleh ๐Ÿ˜€ . Tapi kalau dia gak ada di rumah saya jadi bingung sendiri, bingung mau gangguin siapa (ini sebenarnya siapa yang menyebalkan sih?). Apa yah?? Gak tau aah, pokoknya for more infomations sila follow @FaauFauu on twitter. ๐Ÿ™‚

 

And the last picture for this ‘postingan’, I wanna show you this “Unyu moment” from Us

SALAM KENAL DARI KAMI.. ^^