Surat untuk lelakiku

Dear,
Lelaki yang menikahi ku tiga tahun lalu

Entah apa yang membuatku menulis surat ini.

Pertama aku mau bilang Terima kasih karena telah mencintaiku, terimakasih untuk hari-hari yang indah bersamamu, terima kasih untuk hadiah dan kejutan kecil yang kau persembahkan beberapa kali untukku, dan terima kasih karena telah menyembuhkanku dari ‘sakit’ yang menjadi candu.

Aku tahu kau sangat mencintaiku, pun aku. Awalnya memang pernikahan kita terjadi karena sebuah keterpaksaan. Demi kemajuan bisnis kedua orang tua kita. Kamu pun tahu bahwa aku ‘sakit’ tapi kamu tak peduli demi kebahagiaan dan pengabdian terhadap orang tua mu. Ibumu pasti bangga padamu.

Tahun demi tahun pernikahan kamu meyakinkan aku hingga aku merasa sembuh dan  jatuh cinta kepadamu. Kamu selalu berusaha menciptakan suasana menyenangkan dimanapun agar aku merasa nyaman. Dan usahamu berhasil! Sekarang aku telah sangat amat nyaman denganmu, hidup denganmu. Aku bahagia. Dan pastilah wanita-wanita diluar sana iri padaku yang telah memilikimu, lelakiku.

Dan sekarang aku tahu alasan menulis surat ini. Galau. Itu alasanku.
Tahukah kamu, sayang?
Seseorang dari masa lalu ku datang merayu saat aku merasa sepi. Pesan singkat dikirimnya keponsel ku, sangat singkat “Aku merindukanmu”, itu tulisannya. Maafkan aku karena telah membalas pesan itu, sayang. Kutuliskan “Aku juga merindu” lalu kukirim. Setelah itu kami bertemu dan berlanjutlah cerita seperti dahulu. Wanita itu mengisi rasa sepiku. Maaf kan aku, sayang.

Aku tak pernah dan tak akan pernah menuduhmu atas kambuhnya ‘penyakit’ ku. Kamu memang terlalu sibuk mencumbui berkas-berkas dimeja kerjamu tapi itu semua kamu lakukan untuk ku kan, sayang. Pastilah semua sibukmu, semua tenaga yang telah becucuran, dan semua yang melelahkanmu, kamu lakukan hanya untukku,wanitamu. Tak berlebihanlah jika aku bilang kamu adalah Lelaki Hebat. Dan aku begitu mencintaimu.

Aku mungkin bukan wanita yang baik tapi aku wanita yang beruntung. Dicintaimu adalah anugrah.

Lelakiku. Bolehkah aku mencicipi kembali kebiasaan lamaku? Jika tidak, Mohon kau yakinkan aku lagi. Katakan sesuatu yang bisa membuatku menjauhi wanita perayu itu. Lakukan sesuatu agar aku tak kembali mencintai wanita itu.

Lelakiku, aku mencintaimu.
Dan aku nyaman bersama wanitaku.

Kecup hangat dariku,
Wanita yang mencintaimu

Tertulis, 13 April 2011
~icha chidot~

2 thoughts on “Surat untuk lelakiku

    • icha chidot berkata:

      ahhehehehee,,
      susah dimengerti yah?
      itu ceritanya tokoh Aku adalah seorang cewek lesbi tp setelah menikah dia sembuh karena kegigihan suaminya yang terus memberi semangat dll.
      Ketika sang suami lengah karena terlalu sibuk dgn kerjaan disaat yang sama si istri (Aku) ini dapat digodaan lagi dari pasangan lesbiannya yang dulu. Jadi disini dia bimbang, satu sisi dia mencintai suaminya tapi disisi lain dia mendapatkan kenyaman dari ‘mantan’ pacarnya yang seorang wanita.

      uweheheh,, agak ribet mmg.
      btw terimakasih atas kunjungannya,kiki. terimakasih jg masukannya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s