Surat dihari istimewamu, sobat

Dear Ariyani Arifin

Halo apa kabar?
(Geli rasanya saya menanyakan hal ini padahal kita baru saja bertemu tadi di kampus dan akan bertemu lagi esok, masih ditempat yang sama. Hahahaa)

Tiga tahun sudah kita saling kenal. Sudah cukup banyak yang saya tahu tentangmu. Mulai dari nama lengkapmu, orang tuamu, kekasihmu, tempat tinggalmu, tanggal kelahiranmu, hal yang kamu suka dan kamu benci, cara berjalanmu bahkan jika kamu berjalan membelakangi saya pun saya tahu itu kamu, saya tahu kapan mood-mu sedang bagus dan kapan mood-mu sedang jelek. Katakan apa lagi yang belum saya tahu tentang kamu?

Masih ingatkah kamu pertama kali kita berkenalan? Waktu itu kamu yang mengawali percakapan.
“ih, sama hape ta’..” katamu sembari tersenyum. Kala itu memang henpon ku dan henpon mu serupa saudara kembar, sama persis.
Setelah itu kamu mulai memperkenalkan namamu: Ani.

Terlalu banyak waktu yang kita habiskan bersama ditahun pertama kita berkenalan. Tak hanya saya dan kamu, kita berempat waktu itu. Saya, kamu, Echa, Hannah. Ingatkah?
Saya merindukan momen yang sudah jarang kita temukan itu, sobat.๐Ÿ™‚

Oh, iya. Bagaimana hubunganmu dengan kekasihmu? Membaik atau memburuk? Semoga membaik. Tak pernah lagi saya mendapatimu menangis karenanya. Teringat beberapa tahun lalu, kalian bertengkar dihadapan saya dengan sebab sederhana yang menjadi bencana. Kamu menangis sambil berkendara, membuat siapapun yang melihatnya merasa khawatir. Saat itu kupikir dia bukan pria yang baik untukmu (mati ka’ klo dibaca sama Dany ini tulisan๐Ÿ˜€ ). Bertahannya hubungan kalian hingga saat ini membuktikan bahwa pikiran saya waktu itu tidak benar. Saya juga tahu bahwa kamu sangat mendambakan dia menjadi jodohmu. Saya akan terus mendukung apapun niatmu yang baik, sambil terus mendoakan kamu menemukan jodoh yang tepat, entah itu dia yang menjadi kekasihmu sekarang atau siapapun nanti.

Terkait kata-katamu beberapa hari ini yang seolah mengingatkan bahwa tanggal 27 oktober adalah hari yang tidak boleh saya lupa, tepatnya hari dimana untuk pertama kalinya kamu mengenal tempat yang bernama bumi, 20 tahun silam.

Ani, mungkin saya memang bukan teman yang baik yang mau menuruti ingin mu untuk dihadiahkan sesuatu yang bermotif catur dihari istimewamu, dihari pertama kamu mencicipi usia 20. Hadiah yang kamu minta itu terlalu sederhana buat saya (songongnya ya Allah..๐Ÿ˜› ). Barang atau benda bisa saja rusak atau hilang jika kamu tak hati-hati tapi surat ini akan terus tersimpan disini bahkan mungkin di hati dan pikiranmu (Haallaaaah..). Yess, surat ini adalah hadiah ulang tahun buatmu.

Ani, saya tak ingin terlalu cerewet disurat ini, saya menunggu kamu menulis balas untuk saya, setidaknya untuk mengisi blog yang baru kamu buat minggu lalu, blog yang katamu akan dijadikan diary. Itu saja, semoga Allah SWT memberikan semua kemurahanNya kepadamu, dalam hidupmu, cinta dan masa depanmu.
Selamat ulang tahun, sobat.

~Icha Chidot~

Note: “Kalau ada kado, ada traktiran juga.” janjimu kemarin. Saya menunggu direalisasikannya janji itu yah, lumayan hemat uang makan sehari..๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s