Bingkisan kecil tanpa pita merah

Kepada Penikmat Tujuh Februari
:Furqan Zakiyabarsi

Pada laki-laki usil yang hari ini tengah memperingati kelahirannya
yang selalu mengajari saya banyak hal
mari merayakannya dengan berbagai hal menyenangkan
semisal dengan sehari menjauhi benda sebatang yang engkau sebut rokok,
bisakan?

Pada laki-laki yang tengah menikmati usia barunya
yang senantiasa meluangkan waktu untuk mendengar kisah saya
terimakasih sudah bersedia menjadi teman saya berbagi
maafkan saya yang tak tahu dengan apa harus membalas segala kebaikanmu
tolong beritahu saya jika memang ada caranya.

Pada laki-laki yang hari ini tengah berbahagia
yang selalu terjaga ketika langit telah mengenakan jubah hitamnya
tangkupkan tangan untuk menyapaNya lalu

mari membungkus hari ini dengan doa dan harapan
memesan kebahagiaan akan masa depan
agar pikiran dan sikap menjadi semakin bijak
agar waktu yang akan dilalui selalu menjadi manfaat
agar hidup semakin berkah
agar segala perihal pada diri menjadi semakin baik
kemudian diakhir doa saya bisikkan pada Tuhan:
“jaga dia baik-baik. Sebab dia lelaki yang baik.”

***

Lima hal yang (sepertinya) membutuhkan perhatian lebih darimu
:Furqan Zakiyabarsi

Kamu ingat?

Pertama,
Kamu pernah menegur (yang saya anggap itu adalah omelan) ketika tahu hari itu dari seribu empat ratus empat puluh menit, saya hanya menggunakan tiga puluh menit untuk tidur. Kamu memaksa saya untuk tidur dan beristirahat lebih lama, tanpa kamu sadari kantung matamu lebih membutuhkan itu.

Kedua,
Pernah juga kamu memaksa saya untuk makan dengan menyodorkan sepotong pizza dari sponsor sebuah acara yang digelar fakultas kita waktu itu. Makan yang banyak, katamu. Padahal waktu itu saya sudah menghabiskan beberapa potong. Dan tanpa kamu sadari, saya lah yang seharusnya mengatakan itu padamu, makan yang banyak, karena tubuhmu lebih membutuhkan itu. Makan yang banyak dan teratur.

Ketiga,
Saya pernah diingatkan olehmu (yang saya anggap itu adalah ancaman) untuk tidak melakukan praktek coba-coba pada rokok ketika melihat salah seorang teman perempuan yang sedang merokok saat itu. Yang masih baik jangan dirusak, kira-kira begitu katamu. Hey, seharusnya kamu mengatakan itu pada dirimu sendiri. Dulu. Sebelum kamu menjadi pecandu. Organ dalam tubuhmu dan orang-orang disekitarmu tak pernah suka pada asap dan segala yang buruk dari benda sebatang itu.

Keempat,
Untuk satu hal ini, saya yang lebih cerewet. Berulang mengingatkanmu untuk kuliah. Barangkali jika saya adalah kamu, saya akan bosan mendengarnya dan meminta untuk berhenti melakukannya. Hhahahaa. Kamu mahasiswa yang cerdas dan absen merah itu selalu butuh perhatianmu, sungguh.

Kelima,
(Saya masih mencari hal apa lagi yang butuh diperhatikan olehmu atau kamu bisa mengisinya sendiri dengan hal yang kamu anggap harus kamu perhatikan.)

Bolehkah saya meminta agar kamu memberi perhatian lebih pada mereka? Lima hal yang tak jarang luput dari perhatianmu. Iya, lima. Sama seperti angka ketika dua digit usia mu dijumlahkan. Selamat menempuh usia baru, Kakanda Furqan Zakiyabarsi.

“Umur adalah sumur. Semoga orang lain bisa minum, mencuci, dan mandi dari mata airmu.” -Aan mansyur-

5 thoughts on “Bingkisan kecil tanpa pita merah

  1. :’)
    terimakasih untukmu chidot, bombek, icha, atau annisa nurul puteri… entah yang mana yang paling cocok di hatimu…

    dan sejuta maaf karena baru membaca kadomu, yang mnurutku kado terindah…

    setelah membaca:
    1. terharu, karena banyak detail yang sudah tidak kuingat ternyata masih tersimpan dengan baik di memorimu
    2. semilyar terimakasih untuk semua nasehatmu padaku… baik 5 yang tersurat… maupun banyak nasehat lain yang tersirat dari tulisanmu diatas. takut tuk berjanji, tpi kuusahakan berubah… sedikit demi sedikit… (mohon bantuannya….)
    3. aamiin… semoga doa dan ekspektasimu bisa kulakukan…
    4. ku tambah tersadar… wwwaaaahhhh… ternyata dindaku adalah penulis yang handal… #kagum

    love you so much sist…πŸ™‚

    • icha chidot berkata:

      πŸ™‚

      pertama,
      suatu kebanggaan jika ada yang senang dengan apa yang saya buat. ^^

      kedua,
      saya tidak pernah merasa menasehati, saya cuma mengingatkan..πŸ˜›

      ketiga,
      Amiiinnn.. pasti bisa dan harus bisa !

      keempat,
      saya bukan penulis, hanya saja saya suka menulis. Dan saya tidak handal, masih perlu banyak belajar. Terimakasih dukungan dan apresiasinya, my best bombek ever.πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s