Tentang hatinya yang kamu

Halo kamu. Ya, kamu. Kemari sebentar. Ada yang ingin saya beritahu. Tentang dia yang telah membagi cerita pada saya, tentang hidupnya, tentang hatinya yang kamu.

Kamu kenal dia kan? Dia yang selalu memercayakan apapun padamu. Dia yang selalu membagi waktunya, sepersekian untuknya dan berkian-kian untukmu. Dia yang selalu merasa (ny)aman denganmu. Ah, kamu pasti tak tahu tentang itu. Maka mari saya beritahu.

Disepanjang ceritanya namamu yang paling banyak disebutkan dengan berbagai ekspresi dan intonasi. Kadang senang, seperti ketika dia bercerita tentang kamu yang bertingkah kekanakan. Kamu yang terkadang manja, datang kemudian bersandar dibahunya sambil bercerita. Sesekali sedih, saat dia bercerita tetang kamu yang tak jarang melupakan hal-hal kecil yang kemudian berakibat besar. Semisal ketika kamu terlalu sibuk dengan segala pekerjaanmu hingga tak hirau pada waktu dan kesehatanmu.
Saya suka ketika dia bercerita tentang kamu yang tertawa lepas karenanya, kamu harus lihat itu. Ekspresi dan intonasinya, bahagia sekali. Katanya itu bagian yang paling dia senangi, melihatmu tertawa lepas. Yang dia tahu, bersamamu selalu men(y)enangkan.

Kamu juga pasti tak tahu bahwa pesan-pesan singkat darimu disimpannya dengan rapi. Dia selalu membacanya, berkali-kali bila rindu. Katanya, kamu lucu. Sering membahas hal-hal yang tak penting tapi menyenangkan dipesan singkatmu dan itu membuatnya merasa tak sendiri, kamu selalu menemaninya. Iya, semenyenangkan itu.
Dia tidak terlalu banyak bicara ketika bersamamu, bukan karena dia jenuh denganmu. Pelan-pelan dia merapikan detak jantungnya yang sering kali tak beraturan saat denganmu.

Dari semua yang dia katakan, saya tahu satu hal, hatinya telah jatuh.

Hatinya jatuh padamu.
Dia menjatuhkan hati padamu seperti awan, bukan pelangi. Bukan seperti pelangi yang muncul selepas hujan karena pembiasan cahaya dan spektrum. Bukan. Hatinya tak serumit warna-warni pelangi, hanya sesederhana awan.

Katanya, kalau saja bisa, ingin rasanya dia memperdengarkan detak jantung tiap kali bersamamu. Bukan jantung yang berdebar seperti orang yang dimabuk cinta, tapi debaran jantung yang merasa nyaman denganmu.
Kalau saja mampu, ingin rasanya dia memperlihatkan semilir angin dihatinya. Bukan bunga-bunga seperti kebanyakan orang yang sedang kasmaran. Dihatinya berdesir angin yang membawa keteduhan setiap bersamamu.

Hey, kamu mendengarkan saya kan? Kamu mengerti apa yang saya katakan? Jangan bengong seperti itu, kamu terlihat lucu. Mungkin itu juga yang membuatnya jatuh hati. Kamu terlalu apa adanya.

Sebenarnya dia tak ingin kamu tahu tentang ini, dia takut. Dia tak ingin kamu marah padanya, menganggapnya sebagai perusak yang merusak hubungan baik yang terjalin selama ini, lalu berjalan memunggunginya. Hubungan baik antara kalian, entah apa namanya. Maka jangan beritahu dia kalau saya telah menceritakan ini padamu. Berperilakulah seperti biasanya kalian. Anggap saja kamu tak pernah tahu apapun tentang hatinya yang kamu. Mau berjanji?

oh iya, satu lagi. Dia sedang merindukanmu.

4 thoughts on “Tentang hatinya yang kamu

  1. Ms. Cho aka CHANZ berkata:

    Hemmm,,, siapa kah gerangan si-DIA itu???
    ckckckck
    jangan si-DIA itu merujuk kpd si-Penulis itu sendiri,,,
    Xixixiixixii,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s