Teman-teman Kecil

Beberapa bulan belakangan saya lebih banyak melalui hari di rumah bersama ibu, adik, dan bapak. Tidak banyak (seharusnya banyak) yang bisa dilakukan mahasiswi semester tua seperti saya yang sudah tidak harus ke kampus setiap hari untuk kuliah di kelas dari pagi hingga sore hari. Saya hanya harus ke kampus pada hari rabu untuk mengikuti dua kelas, selebihnya saya nikmati segalanya di rumah, sesekali berjalan-jalan jika ada teman yang mengajak.

Berdiam di rumah tidak lantas membuat saya sering diserang rasa bosan, sebab memasuki siang hari selepas Dzuhur, satu persatu anak-anak tetangga berdatangan ke rumah saya. Mau apa mereka di rumah saya? Jawabannya adalah numpang belajar, les lebih tepatnya.

Ibu saya mengisi waktu luangnya dengan menemani dan membantu anak-anak tetangga belajar, mulai dari belajar membaca, berhitung, hingga mengerjakan tugas sekolah. Orang tua anak-anak itu umumnya tidak sabaran ketika menemani anaknya belajar dengan berbagai alasan, misalnya anaknya susah diajak belajar atau jika sedang belajar bersama ibunya, anaknya bandel dan suka ngeyel kalau diberitahu. Jadilah rumah saya seperti taman bermain anak-anak dari siang hingga maghrib menjelang.

Terkadang saya kesal dengan anak-anak itu, berisik membuat tidur siang saya terusik. Tidak jarang ibu saya mengomel karena ulah mereka.  Hahaha. Tapi ketika saya sedang jahil, mereka akan saya ajak bermain hingga lupa belajar, seringkali saya juga mengganggu mereka hingga kesal.🙂

IMG_0137

Ini hanya sebagian dari mereka.

Senakal-nakalnya mereka, mereka anak-anak yang menyenangkan. Sering juga salah satu diantara mereka menangis ketika ada pelajaran yang tidak kunjung dimengerti. Lucu, saya seperti sedang menyaksikan masa kecil saya.

Belajar di rumah saya tidak butuh kurikulum khusus layaknya tempat bimbingan belajar resmi. Anak-anak itu cukup membawa buku paket yang mereka dapatkan dari sekolah kemudian mengerjakan soal-soal yang sudah tersedia didalamnya. Iya, selayaknya saya semasa sekolah dulu. Dan sepertinya metode yang diterapkan pada saya dahulu juga diterapkan pada mereka sekarang. Tidak rumit, hanya membahas pelajaran dan mengerjakan soal-soal jadi, mereka sudah paham dan mengerti terlebih dahulu ketika di sekolah materi itu dijelaskan oleh guru. Alhasil, mereka selalu menjadi yang terdepan di kelas.

Belajar yang rajin yaa.. :)

Belajar yang rajin yaa..🙂

Bila musim penerimaan rapor tiba, mereka wajib memperlihatkan nilai-nilainya pada ibu saya, gunanya agar ibu saya tahu perkembangan mereka juga agar nilai yang masih kurang baik bisa diperbaiki pada semester berikutnya.

Tadi sore saya iseng jeprat jepret mereka, ternyata teman-teman kecil saya ini ekspresif juga di depan kamera.😀

Hihi.. sampai selonjoran di lanta.

Hihi.. sampai selonjoran di lantai.

Sumpah, bukan saya yang nyusruh mereka ngacungin jari tengah. -_-

Sumpah, bukan saya yang nyuruh mereka ngacungin jari tengah.  -_-‘

Jadi kawan, jika nanti kau berkunjung ke rumah saya hari senin hingga sabtu jangan heran jika rumah itu ramai, riuh, dan berantakan, itu ulah teman-teman kecil saya.

Dear teman-teman kecil, terimakasih telah membuat saya tidak begitu akrab dengan kata bosan. Rajin belajar yaa agar kelak kalian bisa diandalkan oleh negeri ini, manatahu salah satu dari kalian kelak akan menjadi Presiden.🙂

Sungguminasa, lewat tengah malam yang didinginkan oleh Air Conditioner,

-ICHA CHIDOT-

One thought on “Teman-teman Kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s