Seseorang Tanpa Genggaman

Pada satu waktu seseorang menggenggam tanganmu tanpa kau tahu. Kepadanya kau kisahkan tentang banyak hal yang ingin kau raih dalam hidupmu, tentang angan dan ingin orang tuamu, tentang hebatnya mimpi-mimpimu. Pada waktu yang sama, dia yang mengenggam tanganmu sedang sibuk menyimak antusiasmu sembari mengatur degup yang semakin tidak beraturan.

Pada waktu yang lain, seseorang merapatkan genggamannya tanpa kau tahu. Memastikan bahwa setiap langkah menuju mimpimu akan terasa menyenangkan bagimu. Memastikan bahwa batu-batu yang kadang menghalang tidak lantas membuatmu berhenti dan berbalik arah. Memastikan bahwa kau menapaki setiap tangga menuju mimpi yang kau gantung tinggi di langit dengan nyaman meski kadang tak aman. Memastikan bahwa segalanya kau lalui dengan penuh syukur.

Pada waktu berikutnya, genggaman lepas perlahan. Ketika segala ingin dan angan telah kau raih, seseorang memilih untuk melepas genggaman. Membiarkan engkau tersenyum dan memeluk seseorang lain di sana, merayariakan keberhasilanmu.

Kini, seseorang berjalan dengan tidak menggenggam sesuatupun dan tak juga mampu mencari tangan lain untuk digenggamnya, lagi.

 

Makassar, 29 Desember 2016

Seseorang yang tidak menggenggam sesuatupun.

Chaa chidot.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s