Jatuh Hatilah Sekali Lagi

“Beberapa hari ini kau sering menjadi tempat mereka menumpahkan tawa dan tangis. Tidak lelah?”

“Tidak, saya senang. Saya senang karena mereka percaya pada saya.”

“Lalu, segala tawa dan tangismu kau tumpahkan ke mana?”

“semua tersimpan rapi, tidak tertumpah ke mana pun.”

“Tidak pernahkah terlintas untuk menemukan seseorang yang bersedia menjadi tempatmu menumpahkan segalanya?”

“Itu pernah saya lakukan. Kau tahu?”

“…”

“Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar peduli padamu. Mereka hanya penasaran, mereka mendengarkan segala tawa dan tangismu hanya untuk mengenyangkan rasa keingintahuannya. Itu saja. Setelah mereka tahu segalanya, lantas apa? Mereka hanya mengolok-olokmu, membuatmu menjadi sosok yang paling menyedihkan.”

“Tapi Kau juga tidak boleh menyimpan segalanya sendirian. Itu tidak baik bagi kesehatan psikologismu.”

“Mungkin nanti, tidak sekarang.”

“Sepertinya kau butuh jatuh hati sekali lagi.”

“Bisa jadi.”

“Sudah berapa lama kau mengabaikan kebutuhan hatimu? Jatuh hati itu suatu kebutuhan, hatimu berhak atas itu!”

“Entahlah, bagaimana cara menghilangkan rasa takut ini?”

“Orang lain di luar sana dapat dengan mudah memindahkan hatinya dalam waktu singkat. Mengapa kau tak bisa melakukannya?

“Saya bukan mereka, saya tak seperti mereka!”

Kemudian dia terdiam, mencari celah agar seseorang dapat menyentuh relungnya sekali lagi.

 

Makassar, 21 Januari 2017

Chaa Chidot

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s