Saya Tidak akan Menulis Lagi!

Haloo, bagaimana kabar jiwamu di usia yang kesekian tahun ini? Bahagiakah jiwamu? Bagaimana kabarnya perempuan itu? Perempuan yang memantapkan hatimu untuk menyempurnakan agama. Sampaikan salam saya padanya, beruntung sekali dia. Sepertinya saya harus banyak belajar padanya. Iya, belajar meyakinkanmu, belajar menjatuhkan hatimu.

Tahukah bahwa hari itu usaha saya terlalu keras untuk mengabaikan hari kelahiranmu? Barangkali engkau berpikir bahwa saya lupa atau berpikir bahwa saya tidak peduli. Jika demikian maka engkau benar, saya sedang berusaha untuk melakukannya. Melawan semua rasa ingin yang paling ingin. Kau pernah merasakannya? Menginginkan sesuatu tapi merasa tidak pantas untuk memilikinya. Sedih sekali rasanya, sungguh. Kau pernah merasa ingin sekali peduli tapi rasa itu dipaksa bergeser oleh rasa tidak pantas untuk melakukannya? Sakit sekali.

Sudah berapa banyak hari yang kita lalui? Sudah berapa sedih yang kita bagi? Sudah berapa banyak bahagia yang kita rasa? Engkau mungkin tidak ingat, tapi ingatan saya selalu lekat pada segala perihal engkau. Hanya saja, sekarang saya harus melawan semuanya. Melawan pikiran saya yang masih saja dipenuhi engkau, melawan intuisi saya yang masih saja tertuju padamu. Sesak sekali.

Saya ingin kembali ke hari dimana percakapan mulai intens. Jika itu terkabul, saya tidak ingin membahas banyak hal denganmu. Saya tidak ingin bepergian ke banyak tempat denganmu, saya tidak ingin melekatkan tatap pada matamu yang binarnya mampu melemahkan jantung saya. Saya tidak ingin berbalas pesan singkat disetiap fajar mulai menyapa. Saya menyesal, padahal saya tidak ingin menyesal. Seperti itu engkau selalu mampu menggoyahkan saya. Kesal sekali!

Maaf, tulisan ini harus saya sudahi sebelum orang-orang sekitar menanyakan sebab dari napas saya yang tersengal sekarang. Maaf, untuk perlakuan yang tidak semestinya beberapa waktu ini. Tolong biasakan dirimu dengan itu, sebab saya akan terus melakukannya hingga engkau merasa tak nyaman kemudian berjalan memunggungi saya. Terima kasih sudah menjadi satu dari banyak orang baik dalam hidup saya. Terima kasih sudah memberikan pengalaman jatuh (hati) yang menyenangkan. Saya tidak akan menulis lagi hingga dapat memastikan bahwa engkau tidak lagi menjadi nyawa disetiap tulisan saya.

 

Makassar, 18 Februari 2017

Chaa Chidot

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s