Sebuah Usaha Melawan Ego

Bu, saya mau kuliah lagi. Pendaftaran di kampus ‘itu’ sudah dibuka.

Kira-kira seperti itu saya menyampaikan niat saya kepada ibu. Ini kali kedua saya menyampaikan niat untuk kuliah di pulau Jawa dan kali kedua juga ibu saya menolak. Jika dulu ditolak dengan alasan saya anak perempuan dan tidak boleh jauh-jauh dari pengawasan orang tua, sekarang alasannya berbeda; kesehatan orang tua. Iya, waktu itu bapak memang belum lama keluar dari rumah sakit dengan kondisi fisik yang tidak sesehat sebelumnya. Dengan alasan tidak ada yang membantu ibu merawat bapak, maka saya tidak mendapat izin untuk kuliah di Jawa. Tapi saya boleh kuliah lagi, hanya saja tidak boleh ditempat yang jauh, di sini saja, di kota ini saja.

Kecewa? Pasti. Terlebih saya sudah mempersiapkan untuk melaksanakan tes toefl dan tpa sebagai syarat pendaftaran di kampus itu. Mau bagaimana lagi, alasan ibu terlalu masuk akal dan masuk hati. Kondisi memang sedang tidak pas untuk meninggalkan orang tua.

Niat untuk kuliah lagi sempat ingin diurungkan sampai akhirnya saya teringat keinginan bapak sejak dulu. Iya, sejak dulu ketika lulus sekolah menengah atas, bapak ingin saya melanjutkan pendidikan di kampus yang berlambang ayam jantan di kota ini. Keinginan itu tidak saya kabulkan sebab saya menginginkan kampus yang lain. Melihat kondisi bapak sekarang, tidak ada salahnya saya mengabulkan keinginan lama bapak. Kebetulan pendaftaran untuk jenjang pascasarjananya juga sudah dibuka.

Dengan bantuan orang-orang terdekat, saya mendaftar dan mengikuti tes di kampus ayam jantan itu. Dengan doa dan bantuan mereka pula saya akhirnya berkesempatan menjadi salah satu mahasiswi di sana. Alhamdulillah, meski masih setengah hati saya terima, langsung saja saya perlihatkan keterangan lulus itu kepada bapak, berharap bapak senang dan bersemangat agar cepat pulih. Meski pada akhirnya saya hanya menambah beban pikir bapak terkait biaya perkuliahan. Untung ada kakak saya yang bersedia membantu. Awalnya berniat mencari beasiswa, tapi urung karena saya tak diizinkan merantau. Payah sekali mental saya ini!

Awal semester dijalani dengan rasa terpaksa. Merasa terpaksa untuk menimba ilmu ditempat yang tidak saya inginkan. Andai kau tahu rasanya belajar dalam keadaan terpaksa. Berat sekali, sungguh! Masuk di gerbang kampus saja sugesti pikiran saya sudah ‘welcome to the hell!’ dengan sendirinya. Barangkali ini yang menyebabkan nilai-nilai semester awal saya kurang baik. Tidak ikhlas dalam menuntut ilmu!

Sekarang semester dua telah selesai, yang artinya saya harus bekerja lebih keras lagi untuk menaklukkan si imut menggemaskan yang oleh mereka disebut thesis, melakukan penelitian. Tugas akhir untuk mahasiswa pascasarjana, syarat agar dapat melepas status mahasiswanya. Beberapa waktu lalu saya sempat meminta bapak untuk menghadiri wisuda saya yang kedua nanti (entah kapan, tapi akan) sebab wisuda saya yang pertama tidak sempat dihadiri olehnya karena urusan pekerjaan. Akan sangat mengecewakan jika wisuda saya nanti juga tidak dihadiri olehnya sebab wisuda ini adalah hasil dari usaha saya melawan ego. Melawan keinginan menahun (menjadi anak rantau) untuk kepentingan bersama. Mengubah keterpaksaan menjadi keikhlasan yang diselimuti syukur; saya bisa menemani ibu merawat bapak dan tetap kuliah sambil bekerja. Meski penghasilan belum mampu menyumpal tagihan spp, setidaknya ia mampu mengisi tangki bensin kendaraan saya.

Satu waktu saya berjanji pada diri sendiri; Jika nanti bapak tidak bisa hadir pada wisuda kedua saya dengan alasan apapun, saya akan sekolah lagi dan wisuda lagi sampai bapak bisa menghadirinya!

Sungguminasa, 13 Juni 2017

Di tengah kekusutan pikiran tentang thesis
-Chaa chidot-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s